#BAB 4
Hilang kemudian Datang
Empat
hari aku sudah lewati tak ada kabar darimu, memang aku siapa? Aku bukan pacar
kamu, aku juga bukan teman dan mungkin kamu juga sudah lupa. Hari-hariku
kembali seperti biasa hanya bersama sahabat-sahabatku dan juga masih bersama
masa lalu ku yang selalu aku lihat dari tempat ku biasa dengannya bersama, aku
masih ingat saat malam itu di suatu kota terbaik di Indonesia tempat yang
menurutku sangat romantis, tempat yang selalu aku suka, malam dimana kamu
memegang diantara celah-celah jariku. “ aku suka disini, disini rame banyak
orang ” katanya, “ tangan aku masukin ke
saku celana kamu yaa “ katanya lagi. “ loh emang bisa ? “ kataku, “ bisa kok.”
katanya, “ emang kenapa? ” kataku. “ disini banyak orang, aku gak mau tertukar
dengan tangan yang lain aja” katanya, “ Hahaha…” aku ketawa aku pun memegang tangan dia dari dalam
sakuku.
Setelah
makan dari kantin aku kembali ke kelas bersama empat sahabatku, aku berdiri
didepan kelas bersanderan dengan pojokan tiang yang memang jadi tempat favorit
ku. Seketika aku melihat kamu iya kamu yang lalu pernah meminta aku membuatkan
tugas mu. Kamu tidak lagi sendiri kamu bersama lelaki yang aku pernah lihat
saat itu. Perasaanku bercampur dengan rasa egoku. Egoku berbicara sejujurnya
aku pun ingin bersama kamu memulai segalanya dengan kamu menjadi bagian setiap
hari-hari kamu namun perasaan aku berkata biarlah mereka berbahagia, biarlah
mereka menikmati setiap waktu bersama. Aku pun hanya bisa melihat kamu
tesenyum, tertawa meski itu bukan bersama aku dari jauh aku pun merasakan
sedikit senyum kamu, tatapan mata kamu, ahh… jangan percaya begitu kata teman
ku..
Malamku tidak lagi seperti dulu ketika aku
merasa semua manusia yang ada di dunia ini berpihak denganku saling bersekutu
membuat aku bahagia. Ketika aku masih memiliki dia, dia yang selalu memberikan
cerita yang berbeda setiap harinya, dia yang setiap malam selalu melatih
conversation bahasa inggris dengan ku, dia yang setiap malam selalu menanyakan
tentang sejarah walaupun aku sendiri sebenernya anak IPA. Namun bahagia itu
tidak konstanta , bahagia itu tidak tetap, bahagia itu seperti variable yang
dapat berubah-ubah bagi orang yang salah memilih dengan siapa harus dia
bahagia. Disaat aku sudah mulai merasa bahagia dengan kenyamanan yg dia berikan
kenyataan yang terjadi aku saling berbagi kebahagian dengan lelaki lain.
Malam ini aku hanya ingin mengingat
kamu, kamu yang juga sudah bersama dengan orang lain, kamu yang setiap kita
bertemu tak lebih dari sepuluh menit, kamu yang pernah membuat aku kagum ketika
aku selesai sholat. Cita-citaku masih sama aku hanya ingin bertemu kamu lagi
berbicara banyak tentang kita, aku mau lihat kamu tersenyum, aku mau mendengar
suaramu, tapi sepertinya itu tidak akan terjadi. Aku selalu menikmati setiap
malam ku, malam ku yang selalu terbuat dengan kenangan, malam aku yang selalu
aku jadikan harapan untuk besok pagi, malam aku yang saat ini hanya berteman
dekat dengan soal-soal bekas ujian nasional, dan malam aku bersenandung
lirik-lirik dari club 80’s sebagai pendamping yang pas saat ini. Seperti ini
liriknya.
“ Andai engkau tahu , bila menjadi
aku, sejuta rasa dihati.
Lama telah kupendam, tapi akan ku
coba mengatakan.
Ku ingin menjadi kau milikku, entah
bagaimana caranya
Lihatlah mataku untuk memintamu, ku
ingin jalani bersamamu
Coba dengan sepenuh hati, ku ingin
jujur apa adanya.
Dari hati. “

0 komentar:
Posting Komentar