Pages

1/27/2016

BAB 4




#BAB 4
Hilang kemudian Datang

            Empat hari aku sudah lewati tak ada kabar darimu, memang aku siapa? Aku bukan pacar kamu, aku juga bukan teman dan mungkin kamu juga sudah lupa. Hari-hariku kembali seperti biasa hanya bersama sahabat-sahabatku dan juga masih bersama masa lalu ku yang selalu aku lihat dari tempat ku biasa dengannya bersama, aku masih ingat saat malam itu di suatu kota terbaik di Indonesia tempat yang menurutku sangat romantis, tempat yang selalu aku suka, malam dimana kamu memegang diantara celah-celah jariku. “ aku suka disini, disini rame banyak orang ” katanya,  “ tangan aku masukin ke saku celana kamu yaa “ katanya lagi. “ loh emang bisa ? “ kataku, “ bisa kok.” katanya, “ emang kenapa? ” kataku. “ disini banyak orang, aku gak mau tertukar dengan tangan yang lain aja” katanya, “ Hahaha…” aku ketawa  aku pun memegang tangan dia dari dalam sakuku. 


            Setelah makan dari kantin aku kembali ke kelas bersama empat sahabatku, aku berdiri didepan kelas bersanderan dengan pojokan tiang yang memang jadi tempat favorit ku. Seketika aku melihat kamu iya kamu yang lalu pernah meminta aku membuatkan tugas mu. Kamu tidak lagi sendiri kamu bersama lelaki yang aku pernah lihat saat itu. Perasaanku bercampur dengan rasa egoku. Egoku berbicara sejujurnya aku pun ingin bersama kamu memulai segalanya dengan kamu menjadi bagian setiap hari-hari kamu namun perasaan aku berkata biarlah mereka berbahagia, biarlah mereka menikmati setiap waktu bersama. Aku pun hanya bisa melihat kamu tesenyum, tertawa meski itu bukan bersama aku dari jauh aku pun merasakan sedikit senyum kamu, tatapan mata kamu, ahh… jangan percaya begitu kata teman ku..

 Malamku tidak lagi seperti dulu ketika aku merasa semua manusia yang ada di dunia ini berpihak denganku saling bersekutu membuat aku bahagia. Ketika aku masih memiliki dia, dia yang selalu memberikan cerita yang berbeda setiap harinya, dia yang setiap malam selalu melatih conversation bahasa inggris dengan ku, dia yang setiap malam selalu menanyakan tentang sejarah walaupun aku sendiri sebenernya anak IPA. Namun bahagia itu tidak konstanta , bahagia itu tidak tetap, bahagia itu seperti variable yang dapat berubah-ubah bagi orang yang salah memilih dengan siapa harus dia bahagia. Disaat aku sudah mulai merasa bahagia dengan kenyamanan yg dia berikan kenyataan yang terjadi aku saling berbagi kebahagian dengan lelaki lain.

Malam ini aku hanya ingin mengingat kamu, kamu yang juga sudah bersama dengan orang lain, kamu yang setiap kita bertemu tak lebih dari sepuluh menit, kamu yang pernah membuat aku kagum ketika aku selesai sholat. Cita-citaku masih sama aku hanya ingin bertemu kamu lagi berbicara banyak tentang kita, aku mau lihat kamu tersenyum, aku mau mendengar suaramu, tapi sepertinya itu tidak akan terjadi. Aku selalu menikmati setiap malam ku, malam ku yang selalu terbuat dengan kenangan, malam aku yang selalu aku jadikan harapan untuk besok pagi, malam aku yang saat ini hanya berteman dekat dengan soal-soal bekas ujian nasional, dan malam aku bersenandung lirik-lirik dari club 80’s sebagai pendamping yang pas saat ini. Seperti ini liriknya.
“ Andai engkau tahu , bila menjadi aku, sejuta rasa dihati.
Lama telah kupendam, tapi akan ku coba mengatakan.
Ku ingin menjadi kau milikku, entah bagaimana caranya
Lihatlah mataku untuk memintamu, ku ingin jalani bersamamu
Coba dengan sepenuh hati, ku ingin jujur apa adanya.
Dari hati. “

            Seperti itulah cinta, kadang yang tidak menginginkannya malah terjadi namun dia yang sudah berusaha meraihnya malah hanya mendapatkan harapan ketidakpastian. Aku pun seperti itu jika bisa aku mengatakan cinta ke kamu, pasti akan kukakatan. Kenyataan yang terjadi kamu sudah bersama dengan yang lain tidak mungkin aku merubah kebahagian yang sudah konstanta menjadi variable yang dapat berubah-ubah. Biarlah nanti waktu yang menjawab jika Tuhan memberikan kesempatan kita untuk berbicara lebih lama pasti semua akan indah pada waktunya.                                                                                                                                                                               

0 komentar:

Posting Komentar