Pages

3/21/2016

Lupakan Bahagia

"Lupakan Bahagia"

Senin 5 Januari 2009 waktu Jerman, Adolf Merckle  seorang konglomerat dari Jerman dengan aset bernilai miliaran dolar ditemukan tewas di sebuah rel kereta api di Jerman.  Saksi menuturkan kalau Adolf Merckle nekat beradu badan dengan kereta api. Banyak yang beranggapan Merckle sengaja bunuh diri karena tidak kuat dengan masalah yang dihadapi karena semua asset perusahaan yang dia dimiliki terkena dampak krisis global. Terlepas dari masalah apa yang dihadapi oleh Adolf Merkckle mungkin saya akan berpendapat sedikit tentang kebahagian itu. Menurut KBBI “Bahagia” itu mempunyai definisi
Keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). Mungkin itu hanya menurut KBBI beda halnya dengan apa yang terjadi saat ini bahagia itu tak ubah materi/uang semua bisa merasakan bahagia bila materi/uang itu bersahabat baik dengan kita. Pada dasarnya materi/uang itu adalah bilangan dan kalian harus ketahui bilangan itu gak ada batasnya, gak ada ujungnya bahkan juga gak ada akhirnya. Seandainya Adolf Merckle berpikir klo kebahagiaan itu bukan dari hanya sekedar saham-saham yang bernilai miliaran dolar, ada hal yang lain bisa bikin dia lebih bahagia yaitu bersama keluarga walaupun dia harus merasakan kemiskinan.

Kembali lagi dengan kata “bahagia” yang katanya berupa perasaan yang senang dan tenteram itu. Dalam dunia percintaan pun kata bahagia itu juga hampir sama memiliki arti yang berarti kita bisa “Bahagia” karena pasangan kita sudah mem”Bahagia”kan kita, apa yakin dengan pola hidup yang sekarang semua orang bisa bahagia dengan segala kekurangannya. Apa pasangan kita tidak bisa membedakan mana kaki lima dan mana restoran, mana roda dua dan mana roda empat atau secara sederhana semua orang yang bisa lihat kita sedang berbahagia dengan pemberian emot love di akun socmed kita. Mungkin ada juga pasangan yang bilang begini “ ketemu kamu aja itu lebih dari cukup itu bisa buat aku bahagia”, dan setiap dengar kata itu ingin rasanya merajam pasangan kita. Atau pasangan yang setiap hari ketemu tapi belum menemukan kebahagian karena selalu mengalami keadaan yang sama yaitu ketemu ditempat itu-itu aja tanpa ada yang bisa dipamer disocmed-nya.Atau mungkin pasangan yang berjarak ratusan kilometer mereka selalu bilang bahagia walau hanya bisa mendengan suara ciuman dia hanya bisa melihat emot peluk dia dichat. Jaman yang telah merubah semua itu, jaman yang telah merubah kebahagian berbeda dengan arti yang sesungguhnya, cobalah merasakan hidup di jaman 10 tahun atau 20 tahun yang lalu saat ada balasan surat pun kita sudah merasa sangat  bahagia tanpa orang lain harus tau, saat untuk pergi dengan pasangan atau teman walaupun cuma naek kendaraan umum kita bisa sangat bahagia tanpa harus merasakan selfie, saat makanan dipinggir jalan pun terasa sangat nyaman tidak perlu kita foto dulu berbagi dengan teman disocmed yang membuat iri orang lain.

Bahagia itu kita yang menciptakan bukan orang lain atau mungkin orang yang sudah terlahir “Bahagia”. Semua orang mungkin mau terlahir bahagia bebas dari segala yang menyusahkan, karena yang beranggapan “Bahagia” itu tidak bisa dibeli kenyataan yang ada “Bahagia” itu sudah memiliki arti yang sama dengan materi. Saya lebih suka semua orang yang ada dunia ini terlahir dengan kata “bersyukur” bukan terlahir “bahagia”. semua orang  mungkin bisa bahagia tapi tidak untuk bersyukur. Semua orang mungkin bisa makan enak tapi tidak bisa untuk sehari aja makan yang tidak enak padahal mereka bersyukur masih bisa makan, atau mungkin kita berbahagia karena telah jadi karyawan namun masih terasa kurang mencukupi lalu ingin menjadi boss tanpa mereka tidak ketahui yang harusnya mereka bersyukur masih memiliki pekerjaan. Saya memang gak bisa nilai kadar kebahagiaan orang lain karena saya sendiri masih belum tau merasakan kebahagiaan dan saya hanya bersyukur apa yang sudah dijalani dan sudah dipilih.  Bersykurlah dengan pekerjaan, bersyukurlah dengan pasangan kalian, bersyukurlah dengan yang kalian pilih buat jalan hidup kalian kalau pun memang gagal, nikmatilah kegagalan itu dan jadikan pelajaran buat bangkit kembali. Ubahlah kata-kata yang tadinya aku bahagia dengan pekerjaan aku ganti dengan aku bersyukur dengan pekerjaan aku, yang tadinya aku bahagia bisa sama kamu ganti dengan aku bersyukur sama kamu. Hidup kalian itu luar biasa tanpa harus mengejar kebahagiaan yang gak akan ada habisnya dan gak ada ujungnya, nikmatilah hidup yang sudah Tuhan jalankan dan berusahalah untuk terus bersyukur.

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir ( QS. Al-Ma’arij : 19-21 )”
 "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

 “Aku Hendak Bersyukur kepada-Mu selama-lamanya , sebab engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkan di depan-depan orang yang kau kasihi !.” (Mazmur 52:9)

0 komentar:

Posting Komentar