"Lupakan Bahagia"
Senin 5 Januari 2009 waktu Jerman,
Adolf Merckle seorang konglomerat dari
Jerman dengan aset bernilai miliaran dolar ditemukan tewas di sebuah rel kereta
api di Jerman. Saksi menuturkan kalau
Adolf Merckle nekat beradu badan dengan kereta api. Banyak yang beranggapan
Merckle sengaja bunuh diri karena tidak kuat dengan masalah yang dihadapi
karena semua asset perusahaan yang dia dimiliki terkena dampak krisis global. Terlepas
dari masalah apa yang dihadapi oleh Adolf Merkckle mungkin saya akan
berpendapat sedikit tentang kebahagian itu. Menurut KBBI “Bahagia” itu mempunyai definisi
Keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang
menyusahkan). Mungkin itu hanya menurut KBBI beda halnya dengan apa yang
terjadi saat ini bahagia itu tak ubah materi/uang semua bisa merasakan bahagia bila
materi/uang itu bersahabat baik dengan kita. Pada dasarnya materi/uang itu
adalah bilangan dan kalian harus ketahui bilangan itu gak ada batasnya, gak ada
ujungnya bahkan juga gak ada akhirnya. Seandainya Adolf Merckle berpikir klo
kebahagiaan itu bukan dari hanya sekedar saham-saham yang bernilai miliaran
dolar, ada hal yang lain bisa bikin dia lebih bahagia yaitu bersama keluarga
walaupun dia harus merasakan kemiskinan.
Kembali lagi dengan kata “bahagia”
yang katanya berupa perasaan yang senang dan tenteram itu. Dalam dunia
percintaan pun kata bahagia itu juga hampir sama memiliki arti yang berarti
kita bisa “Bahagia” karena pasangan kita sudah mem”Bahagia”kan kita, apa yakin
dengan pola hidup yang sekarang semua orang bisa bahagia dengan segala
kekurangannya. Apa pasangan kita tidak bisa membedakan mana kaki lima dan mana
restoran, mana roda dua dan mana roda empat atau secara sederhana semua orang
yang bisa lihat kita sedang berbahagia dengan pemberian emot love di akun
socmed kita. Mungkin ada juga pasangan yang bilang begini “ ketemu kamu aja itu
lebih dari cukup itu bisa buat aku bahagia”, dan setiap dengar kata itu ingin
rasanya merajam pasangan kita. Atau pasangan yang setiap hari ketemu tapi belum
menemukan kebahagian karena selalu mengalami keadaan yang sama yaitu ketemu
ditempat itu-itu aja tanpa ada yang bisa dipamer disocmed-nya.Atau mungkin
pasangan yang berjarak ratusan kilometer mereka selalu bilang bahagia walau
hanya bisa mendengan suara ciuman dia hanya bisa melihat emot peluk dia dichat.
Jaman yang telah merubah semua itu, jaman yang telah merubah kebahagian berbeda
dengan arti yang sesungguhnya, cobalah merasakan hidup di jaman 10 tahun atau
20 tahun yang lalu saat ada balasan surat pun kita sudah merasa sangat bahagia tanpa orang lain harus tau, saat
untuk pergi dengan pasangan atau teman walaupun cuma naek kendaraan umum kita
bisa sangat bahagia tanpa harus merasakan selfie, saat makanan dipinggir jalan
pun terasa sangat nyaman tidak perlu kita foto dulu berbagi dengan teman
disocmed yang membuat iri orang lain.
Bahagia itu kita yang menciptakan
bukan orang lain atau mungkin orang yang sudah terlahir “Bahagia”. Semua orang
mungkin mau terlahir bahagia bebas dari segala yang menyusahkan, karena yang
beranggapan “Bahagia” itu tidak bisa dibeli kenyataan yang ada “Bahagia” itu
sudah memiliki arti yang sama dengan materi. Saya lebih suka semua orang yang
ada dunia ini terlahir dengan kata “bersyukur” bukan terlahir “bahagia”. semua
orang mungkin bisa bahagia tapi tidak
untuk bersyukur. Semua orang mungkin bisa makan enak tapi tidak bisa untuk
sehari aja makan yang tidak enak padahal mereka bersyukur masih bisa makan,
atau mungkin kita berbahagia karena telah jadi karyawan namun masih terasa
kurang mencukupi lalu ingin menjadi boss tanpa mereka tidak ketahui yang
harusnya mereka bersyukur masih memiliki pekerjaan. Saya memang gak bisa nilai
kadar kebahagiaan orang lain karena saya sendiri masih belum tau merasakan
kebahagiaan dan saya hanya bersyukur apa yang sudah dijalani dan sudah dipilih. Bersykurlah dengan pekerjaan, bersyukurlah
dengan pasangan kalian, bersyukurlah dengan yang kalian pilih buat jalan hidup
kalian kalau pun memang gagal, nikmatilah kegagalan itu dan jadikan pelajaran
buat bangkit kembali. Ubahlah kata-kata yang tadinya aku bahagia dengan
pekerjaan aku ganti dengan aku bersyukur dengan pekerjaan aku, yang tadinya aku
bahagia bisa sama kamu ganti dengan aku bersyukur sama kamu. Hidup kalian itu
luar biasa tanpa harus mengejar kebahagiaan yang gak akan ada habisnya dan gak
ada ujungnya, nikmatilah hidup yang sudah Tuhan jalankan dan berusahalah untuk
terus bersyukur.
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. dan apabila ia mendapat
kebaikan ia amat kikir ( QS. Al-Ma’arij : 19-21 )”
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti
Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)
“Aku Hendak Bersyukur
kepada-Mu selama-lamanya , sebab engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik,
aku hendak memasyhurkan di depan-depan orang yang kau kasihi !.” (Mazmur 52:9)

0 komentar:
Posting Komentar