Tanggal dua puluh enam oktober dua ribu tiga belas tepat hari sabtu dengan cuaca malam yang seperti biasanya , tak ada yg tau perasaan teman gue seperti malam takbiran atau malam sebelum kelulusan mungkin itu perasaan teman gue deg-degan, panik, senang, gak sabar. Sebut aja teman gue itu Muji (nama sebenarnya) sahabat sekaligus penasehat gue meski tanpa gelar sarjana hukum. dia lebih dari seorang lawyer mulai dari masalah cinta, keuangan, ekonomi pasti dia bakal bantu sahabat-sahabatnya. tepat malam itu juga gue dateng kerumah dia bersama sahabat 4 sehat 5 sempurna gue namun yang dateng cuma Tanto aja karena teman batak gue (Andre) masih melanjutkan mencari kitab suci diperantauan pulau dewata, dan bersama Awal (teman kampus gue, yg gue kenalin ke muji dan ternyata dia tetanggaan di kampung, salah satu pembuktian kalo dunia itu benaran sempit).
11/03/2013
Langganan:
Postingan (Atom)
