Pages

1/27/2016

BAB 4




#BAB 4
Hilang kemudian Datang

            Empat hari aku sudah lewati tak ada kabar darimu, memang aku siapa? Aku bukan pacar kamu, aku juga bukan teman dan mungkin kamu juga sudah lupa. Hari-hariku kembali seperti biasa hanya bersama sahabat-sahabatku dan juga masih bersama masa lalu ku yang selalu aku lihat dari tempat ku biasa dengannya bersama, aku masih ingat saat malam itu di suatu kota terbaik di Indonesia tempat yang menurutku sangat romantis, tempat yang selalu aku suka, malam dimana kamu memegang diantara celah-celah jariku. “ aku suka disini, disini rame banyak orang ” katanya,  “ tangan aku masukin ke saku celana kamu yaa “ katanya lagi. “ loh emang bisa ? “ kataku, “ bisa kok.” katanya, “ emang kenapa? ” kataku. “ disini banyak orang, aku gak mau tertukar dengan tangan yang lain aja” katanya, “ Hahaha…” aku ketawa  aku pun memegang tangan dia dari dalam sakuku. 

1/22/2016

KAMU Bab 2



BAB 2
Kamu… Lagi…!!
            Malam aku masih terbuat dari senyuman kamu, masih teringat mata kamu yang sendu, setengah jam aku masih menatap buku kamu. Aku sudah lupa tugas kamu, aku sudah lupa harus belajar buat try out minggu depan. Cinta, iya cinta kamu datang lagi dengan cara yang berberda dengan situasi yang berbeda, tentu saja dengan orang berbeda. Bukannya aku  yang terlalu gampang mencintai , hanya saja kamu yang membuat aku rindu walau lewat pertemuan yang tanpa sengaja. Aku masih menatap setiap lembar buku kamu, ingin rasanya aku menulis disetiap lembar kertas kamu “ Hey , aku sudah mencintai kamu sejak pertama kali kita bertemu. Tapi aku lupa menanyakan nomer telpon kamu”.

1/20/2016

KAMU


#BAB 1
Buku Ungu

            Jam 09.35 kurang 5 menit lagi waktu istirahat. Sudah sekitar dua jam tiga puluh menit pelajaran matematika menjajah aku dan teman-teman aku. Aku melihat kekanan barisan depan yang diisi oleh kalangan anak-anak yang tidak suka bercanda atau  anak-anak yang taat peraturan atau bisa juga dibilang anak penguasa rangking satu sampai lima masih terlihat focus belajar meskipun aku tau mereka jenuh tapi mereka gengsi untuk terlihat lelah. Aku pun melihat barisan belakang perbedaan sangat mencolok posisi tubuh sudah tidak terkontrol lagi ada yang menempel dengan meja, ada yang sok ngangguk-ngangguk, dan ada juga yang tertidur tapi hanya anak yang bernyali besar saat pelajaran matematika bisa tidur. Aku pun sudah tidak tentu arah, beruntung aku duduk sebangku dengan teman aku yang sudah dua tahun aku sekelas dan duduk sebangku dengannya. Aku dan teman sebangku aku punya komitmen yang tertulis diatas buku khusus pelajaran matematika, kimia, dan fisika jika diantara kami sudah ada yang mulai ngantuk maka salah satu dari kami akan memukul wajah tidak kencang tapi lumayan buat bikin kaget dan aku beruntung selama dua tahun aku lebih banyak yang memukul.