BAB 2
Kamu… Lagi…!!
Malam
aku masih terbuat dari senyuman kamu, masih teringat mata kamu yang sendu,
setengah jam aku masih menatap buku kamu. Aku sudah lupa tugas kamu, aku sudah
lupa harus belajar buat try out minggu depan. Cinta, iya cinta kamu datang lagi
dengan cara yang berberda dengan situasi yang berbeda, tentu saja dengan orang
berbeda. Bukannya aku yang terlalu
gampang mencintai , hanya saja kamu yang membuat aku rindu walau lewat
pertemuan yang tanpa sengaja. Aku masih menatap setiap lembar buku kamu, ingin
rasanya aku menulis disetiap lembar kertas kamu “ Hey , aku sudah mencintai
kamu sejak pertama kali kita bertemu. Tapi aku lupa menanyakan nomer telpon
kamu”.
Keesokan
harinya jam 05.43 aku bersiap berangkat ke sekolah semua sudah kupersiapkan dan
aku pun sudah mengerjakan tugas kamu. 30 menit waktu jarak tempuh dari rumah ku
untuk sampai ke sekolah, sepanjang perjalanan aku selalu mengingat kamu, ingin
rasanya aku bertemu dengan kamu untuk waktu yang lama lebih dari sekedar
obrolan basa-basi berbicara tentang kita meski belum saling mencintai, jelas
hadirnya dirimu lewat pertemuan yang tidak disengaja saat itu membuat aku sadar
cinta tidak hanya datang dengan orang yang sudah lama kita kenal dengan orang
yang selalu ada disamping kita namun cinta mempunyai konteks yang lebih luas
cinta mempertemukan pandangan mata untuk saling mengenal dan memulai saling
mencintai mungkin itulah cinta pada pandangan pertama.
Jam
06.25 aku sampai disekolah aku parkirkan motorku ditempat biasa belakang kantor
kepala sekolah karena cuma tempat itu lah kurasa paling aman. Tiba-tiba jantung
ini berhenti baru beberapa langkah aku menuju pintu masuk sekolah yang telah
berdiri guru piket, wakil kepala sekolah dan guru-guru lainnya. aku melihat
kamu , iya kamu tidak sendiri kamu
bersama lelaki. Dia bilang “ sebentar aku turun sini aja.” Katanya
kepada lelaki itu. Dia datang menghampiri aku lalu dia berkata “ hai kak, udah
selesai belum kak ?” katanya. Aku masih terdiam memikirkan kalo ekpetasi dan
kenyataan emang sangat berbeda 180 derajat. Selama perjalanan aku sudah
menyiapkan kata-kata untuk berhadapan dengan kamu tiba-tiba semua hilang. Iya,
pagi itu memang indah bagi para semua siswa yang sudah mengerjakan tugas bagi
para siswa yang berangkat bareng pasangannya dan bagi guru yang selalu
tersenyum aku anggap saja mereka sedang berbahagia. Aku pun cuma bisa menjawab
“ udah kok, tapi nanti aja ya abis istirahat.” Jawabku. “ohh yaudah gapapa kak
orang pelajaran terakhir juga kok.” Katanya.
Fisika
adalah pelajaran pertama hari itu. Menambah kelabu pagi ku padahal aku sudah
mengikuti petuah-petuah para remaja kala itu “ awali pagi ini dengan senyuman
“. Aku rasa itu cuma petuah-petuah para remaja yang sudah telanjur putus asa
aku mengikuti petuah mereka aku rasa aku juga sudah putus asa. Pikiranku masih
tentang kamu bertanya-tanya siapakah lelaki itu ? apa itu pacar kamu ? atau
mungkin hanya teman saja yang kebetulan ketemu dijalan terus berangkat bareng
deh. Jika itu memang pacar kamu, yasudah memang bukan rezeki buatku setidaknya kita pernah bertemu dengan tidak
sengaja dan aku sudah mendapatkan pahala ketika membantu kamu belum lagi aku
selalu mengingat yang Menciptakan kamu bila selalu ingat wajah mu, Masya Allah.
Jam
09.40 bel istirahat berbunyi. Aku langsung bergegas berdiri didepan kelas
berharap ada yang datang. 5 menit aku menunggu tak kunjung datang juga, hingga
10 menit aku menunggu masih belum datang juga. Tiba-tiba speaker kelas menyala,
jadi pada jaman ku sekolah dulu pada waktu istirahat ada kegiatan request lagu
dan berisi salam-salam buat siapa aja. Terdengar nama ku disebut aku pun
tersenyum begitu juga teman-teman ku langsung mengejek aku. Salam-salam dari
dia yang aku rasa begitu manis, begitu indah bila kuingat dulu saat kita masih
bersama, kita selalu menghabiskan waktu istirahat dengan berdiri didepan kelas
berbicara tentang sesuatu yang membuat kamu selalu tersenyum, mata yang selalu
terlihat begitu menghargai ku saat aku berbicara, tawa kamu yang selalu membuat
aku rindu, tapi kehidupan tidak harus selalu bahagia, bersyukur aku dulu pernah
sama dia mengalahkan banyak lelaki, Sayangnya aku lupa dia request lagu apa.
Waktu
istirahat sebentar lagi selesai, salam-salam dan request dari dia membuat aku
tersenyum, dia yang hanya berjarak satu tembok dengan kelasku, aku selalu
melihat dia, dia yang dulu pernah ada dengan ku merasakan bahagia dan romansa
cinta yang pertama kali aku benar-benar rasakan. Tapi aku berdiri disini
ditempat biasa kita bertemu bukan lagi menunggu dia, aku menunggu kamu, tempat
yang sama ketika pertama kali kita bertemu. Cemas ku terjawab sudah, waktu
istirahat pertama pun usai dan dia juga tak kunjung datang. Namun, aku melihat
dia , dia yang tadi request dan salam-salam buat aku, dia melihat lalu
tersenyum untuk pertama kalinya setelah sudah tidak lagi bersama. Memang
setelah semuanya selesai , untuk saling memandang aja tidak bisa, untuk
bertegur sapa pun seperti sungkan. Itu lah cinta butuh waktu yang lama untuk
bisa saling mencintai namun untuk saling membenci semua bisa terjadi dengan
cepat.

0 komentar:
Posting Komentar