Pages

1/22/2016

KAMU Bab 2



BAB 2
Kamu… Lagi…!!
            Malam aku masih terbuat dari senyuman kamu, masih teringat mata kamu yang sendu, setengah jam aku masih menatap buku kamu. Aku sudah lupa tugas kamu, aku sudah lupa harus belajar buat try out minggu depan. Cinta, iya cinta kamu datang lagi dengan cara yang berberda dengan situasi yang berbeda, tentu saja dengan orang berbeda. Bukannya aku  yang terlalu gampang mencintai , hanya saja kamu yang membuat aku rindu walau lewat pertemuan yang tanpa sengaja. Aku masih menatap setiap lembar buku kamu, ingin rasanya aku menulis disetiap lembar kertas kamu “ Hey , aku sudah mencintai kamu sejak pertama kali kita bertemu. Tapi aku lupa menanyakan nomer telpon kamu”.

            Keesokan harinya jam 05.43 aku bersiap berangkat ke sekolah semua sudah kupersiapkan dan aku pun sudah mengerjakan tugas kamu. 30 menit waktu jarak tempuh dari rumah ku untuk sampai ke sekolah, sepanjang perjalanan aku selalu mengingat kamu, ingin rasanya aku bertemu dengan kamu untuk waktu yang lama lebih dari sekedar obrolan basa-basi berbicara tentang kita meski belum saling mencintai, jelas hadirnya dirimu lewat pertemuan yang tidak disengaja saat itu membuat aku sadar cinta tidak hanya datang dengan orang yang sudah lama kita kenal dengan orang yang selalu ada disamping kita namun cinta mempunyai konteks yang lebih luas cinta mempertemukan pandangan mata untuk saling mengenal dan memulai saling mencintai mungkin itulah cinta pada pandangan pertama.

            Jam 06.25 aku sampai disekolah aku parkirkan motorku ditempat biasa belakang kantor kepala sekolah karena cuma tempat itu lah kurasa paling aman. Tiba-tiba jantung ini berhenti baru beberapa langkah aku menuju pintu masuk sekolah yang telah berdiri guru piket, wakil kepala sekolah dan guru-guru lainnya. aku melihat kamu , iya kamu tidak sendiri kamu  bersama lelaki. Dia bilang “ sebentar aku turun sini aja.” Katanya kepada lelaki itu. Dia datang menghampiri aku lalu dia berkata “ hai kak, udah selesai belum kak ?” katanya. Aku masih terdiam memikirkan kalo ekpetasi dan kenyataan emang sangat berbeda 180 derajat. Selama perjalanan aku sudah menyiapkan kata-kata untuk berhadapan dengan kamu tiba-tiba semua hilang. Iya, pagi itu memang indah bagi para semua siswa yang sudah mengerjakan tugas bagi para siswa yang berangkat bareng pasangannya dan bagi guru yang selalu tersenyum aku anggap saja mereka sedang berbahagia. Aku pun cuma bisa menjawab “ udah kok, tapi nanti aja ya abis istirahat.” Jawabku. “ohh yaudah gapapa kak orang pelajaran terakhir juga kok.” Katanya.

            Fisika adalah pelajaran pertama hari itu. Menambah kelabu pagi ku padahal aku sudah mengikuti petuah-petuah para remaja kala itu “ awali pagi ini dengan senyuman “. Aku rasa itu cuma petuah-petuah para remaja yang sudah telanjur putus asa aku mengikuti petuah mereka aku rasa aku juga sudah putus asa. Pikiranku masih tentang kamu bertanya-tanya siapakah lelaki itu ? apa itu pacar kamu ? atau mungkin hanya teman saja yang kebetulan ketemu dijalan terus berangkat bareng deh. Jika itu memang pacar kamu, yasudah memang bukan rezeki buatku  setidaknya kita pernah bertemu dengan tidak sengaja dan aku sudah mendapatkan pahala ketika membantu kamu belum lagi aku selalu mengingat yang Menciptakan kamu bila selalu ingat wajah mu, Masya Allah.

            Jam 09.40 bel istirahat berbunyi. Aku langsung bergegas berdiri didepan kelas berharap ada yang datang. 5 menit aku menunggu tak kunjung datang juga, hingga 10 menit aku menunggu masih belum datang juga. Tiba-tiba speaker kelas menyala, jadi pada jaman ku sekolah dulu pada waktu istirahat ada kegiatan request lagu dan berisi salam-salam buat siapa aja. Terdengar nama ku disebut aku pun tersenyum begitu juga teman-teman ku langsung mengejek aku. Salam-salam dari dia yang aku rasa begitu manis, begitu indah bila kuingat dulu saat kita masih bersama, kita selalu menghabiskan waktu istirahat dengan berdiri didepan kelas berbicara tentang sesuatu yang membuat kamu selalu tersenyum, mata yang selalu terlihat begitu menghargai ku saat aku berbicara, tawa kamu yang selalu membuat aku rindu, tapi kehidupan tidak harus selalu bahagia, bersyukur aku dulu pernah sama dia mengalahkan banyak lelaki, Sayangnya aku lupa dia request lagu apa.

            Waktu istirahat sebentar lagi selesai, salam-salam dan request dari dia membuat aku tersenyum, dia yang hanya berjarak satu tembok dengan kelasku, aku selalu melihat dia, dia yang dulu pernah ada dengan ku merasakan bahagia dan romansa cinta yang pertama kali aku benar-benar rasakan. Tapi aku berdiri disini ditempat biasa kita bertemu bukan lagi menunggu dia, aku menunggu kamu, tempat yang sama ketika pertama kali kita bertemu. Cemas ku terjawab sudah, waktu istirahat pertama pun usai dan dia juga tak kunjung datang. Namun, aku melihat dia , dia yang tadi request dan salam-salam buat aku, dia melihat lalu tersenyum untuk pertama kalinya setelah sudah tidak lagi bersama. Memang setelah semuanya selesai , untuk saling memandang aja tidak bisa, untuk bertegur sapa pun seperti sungkan. Itu lah cinta butuh waktu yang lama untuk bisa saling mencintai namun untuk saling membenci semua bisa terjadi dengan cepat.

0 komentar:

Posting Komentar