Pages

7/08/2016

BR EXIT HOROR


Cerita mudik tahun ini  memang sangat memprihatinkan terutama di exit tol Pejagan dan Brebes TImur. Mulai dari banyaknya korban yang berjatuhan hingga harga bensin yang bisa sampai 50ribu /liter. Saya sendiri berangkat mudik jam 09.00 sampai tol kanci sekitar jam 14.00 (masih normal) namun setelah rest area kanci hingga pertigaan ketanggungan memakan waktu 49 jam (normal 1-2 jam ) , GILAAAAAA !!!!. Waktu tempuh saya Jakarta – kebumen sekitar 55 jam, mudik tahun kemarin waktu tempuh 40 jam.
                Kegilaan kemacatan di tol pejagan dan brebes terjadi karena memang meningkatnya volume kendaraan, antrian di pom bensin,kurang kesadarannya pengemudi hingga kurang tanggapnya polres brebes yang terkesan diam saja. Saya akan bahas satu-persatu apa yang terjadi di brebes yang banyak orang bilang pemerintah kurang tanggap.
-          Meningkatnya volume kendaraan
Tidak bisa dipungkiri dari tahun ketahun jumlah pemudik terus meningkat baik pemudik kendaraan roda dua , roda empat atau yang menggunakan angkutan umum.
-          Antrian di pom bensin
Setelah keluar tol pejagan ada dua SPBU yang tidak beroperasi, itu setelah saya exit tol pejagan sekitar pukul 01.00 pagi. saya berbicara dengan seorang polisi yang intinya dari pembicaraan tersebut “ Bensinnya masih ada mas, Cuma SPBU ini udah full dengan orang yang berisitirahat, jadi SPBU ini tidak beroperasi”.  Terjadi antrian panjang  karena disebabkan banyak mobil yang berniat mengisi bensin namun terhalang banyaknya pemudik yg beristirahat di area SPBU. Oke akhirnya saya tidak jadi mengisi bensin dan mencari SPBU didaerah Songgom jaraknya kurang lebih 5KM dari pom bensin sebelumnya,  lagi-lagi dipom bensin tersebut terjadi antrian kurang lebih 2KM, saya turun dan langsung bertanya ke petugas SPBU ternyata bensin habis, di pom bensin ini banyak kendaraan yang sudah mengantri dari mulai malam – pagi kisaran jam 02.00 namun belum juga mendapatkan bensin. Akhirnya saya tidak jadi mengisi bensin walaupun sebenernya bensin saya juga masih banyak namun untuk mempersiapkan kemacaten didaera sepanjang jalan songgom yang sudah tidak ada pom bensin lagi. Sampailah saya di SPBU terkahir didaerah songgom, lagi-lagi antrian kali ini lebih parah sekitar 4KM. saya kembali bertanya ke petugas SPBU ternyata semua bensin sudah habis. Di pom bensin inilah saya mendapatkan beberapa fakta, banyaknya warga lokal yang menjual bensin eceran dengan harga luar biasa sekitar 20 – 40ribu / liter (tergantung waktu siang/malam). Tepat didepan mata saya melihat adanya warga dan seorang pemudik yang membeli bensin 10 liter dengan harga 400.000 yang lebih parah transaksi itu terjadi masih didalam area SPBU. Akhirnya saya kembali ke mobil beristirahat karena memang sudah terlalu lelah setelah terjebak 18 jam dari tol kanci – songgom. Saya mampir ke warung kopi iseng bertanya ke pemilik warung, katanya memang ada permainan warga dengan pihak pom bensin tersebut, pihak pom bensin menjual bensin eceran ke warga sekitar 20 ribu / liter namun warga menjual lagi ke pemudik sekitar 30-50 ribu/ liter. Sudahlah saya pasrah dengan keadaan orang-orang  di Indonesia disaat semua orang mencari keberkahan tapi ada aja orang-orang mencari jalan lain untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Akhirnya pun saya kembali melanjutkan perjalanan walaupun keadaan memang masih macet parah disebabkan banyak mobil yg berenti dipinggir jalan, Area jalan tersebut tidak lebar tapi karena  banyak yg berhenti itu juga yg menyebabkan kemacatan, banyak mobil yg mogok karena keabisan bensin, bis yang mogok karena keabisan solar. Saya sudah menghabiskan waktu didaerah tersebut sekita 40 jam yang jalan daerah tersebutnya panjang tidak lebih dari 30 km. sekitar jam 02.00 pagi (keesokan harinya) saya kembali beristirahat sambil makan malam, dan kembali bertanya dengan pemilik warung menanyakan soal pom bensin. Dan disinilah saya bertemu dengan orang yang sangat baik  (tukang parker warung/ warga lokal) dia berbicara kurang lebih seperti ini ( mas cari bensin yaa, ayooo saya anterin ke pom bensin didepan nanti mas tinggal pungut botol aqua buat wadah bensin). Disepanjang jalan dia bercerita tentang teman-temannya yang mendadak jadi penjual bensin eceran dengan harga selangit dia sendiri sadar katanya dia itu perbuatan riba. Disepanjang jalan itu juga banyak saya melihat pemudik-pemudik yang membawa botol aqua namun bedanya dengan saya, saya dianterkan dengan naim motor sedangkan pemudik lainnya banyak yg berjalan kaki (kurang lebih pom bensin didepan itu jaraknya bisa sampai 5km tergantung jarak mobil pemudik dengan pom bensin). Sampai di pom bensin, ini luar biasa, SPBU dipenuhi banyak pemudik sambil membawa dirigen, aqua, kaleng , dsb buat wadah bensin. Namanya orang Indonesia sudah mendapatkan Bensin masih ada aja yg ribut. Sekitar satu jam saya baru bisa mendapatkan bensin itupun hanya 5 botol aqua ukuran 1.5 liter. Walaupun sudah dijaga ketat polisi tapi masih ada aja warga yg nekat beli bensin dengan dirigen berukuran besar. LUARRRRR BIASAAAAA BUKAAAANN !!!!
-          Kurangnya kesadaran
Dari tahun ke tahun ini juga yang menyebabkan kemacetan maha panjang di sepanjang jalan itu, jalan yang harus Cuma muat 2 mobil ini bisa menjadi 5 mobil. Dan dijalan ini orang yang bener bakalan terlihat salah. Banyak pengemudi yang tidak sadar juga betapa bahayanya menyalakan AC mobil dengan keadaan macet berpuluh-puluh jam, panas matahari, makanya banyak korban yang meninggal karena menghirup CO2 dari AC mobil. Menumpuknya kendaraan itu juga yg menyebabkan ambulance tidak bisa jalan karena jalan yg harusnya buat darurat malah dipenuhi kendaraan pemudik.
-          Kurang tanggapnya pihak kepolisian
Berbeda dengan tahun lalu, tahun lalu disepanjang jalan itu masih ada polisi yang berani memukul kendaraan yang memang susah diatur, namun tahun ini sama sekali tidak ada, banyak polisi terlihat hanya di pertigaan ketanggungan. Seharusnya polisi terjun langsung disepanjang jalan itu, klo perlu di setiap 3km ada polisi yang mengatur kendaraan. Karena memang pemudik Cuma takut sama polisi doang.
               


                Dari semua kejadian itu saya pun tau mana yang terbiasa mudik dan mana yang tidak, karena  Mobil keren , duit banyak, tidak semuanya terlihat bijaksana  malah terlihat gak punya otak yang punya mobil-mobil besar dengan sombongnya melewati bahu jalan yang jalanannya dipenuhi tanah ,batu bergelombang walaupun akhirnya dimaki-maki pemudik roda dua. Buat pemudik yang arus balik, bersyukurlah kalian yang masih bisa menikmati lebaran dikampung bertemu dengan orang tua, nikmatilah perjalanan kalian, hargai pengguna kendaraan lain, lebih baik kehilangan waktu anda daripada kehilangan nyawa kalian. Tetap Hati-hati dijalan guys, semoga selamat sampai tujuan. !!!! 

0 komentar:

Posting Komentar