Cerita mudik
tahun ini memang sangat memprihatinkan
terutama di exit tol Pejagan dan Brebes TImur. Mulai dari banyaknya korban yang
berjatuhan hingga harga bensin yang bisa sampai 50ribu /liter. Saya sendiri
berangkat mudik jam 09.00 sampai tol kanci sekitar jam 14.00 (masih normal)
namun setelah rest area kanci hingga pertigaan ketanggungan memakan waktu 49
jam (normal 1-2 jam ) , GILAAAAAA !!!!. Waktu tempuh saya Jakarta – kebumen sekitar
55 jam, mudik tahun kemarin waktu tempuh 40 jam.
Kegilaan kemacatan di tol pejagan
dan brebes terjadi karena memang meningkatnya volume kendaraan, antrian di pom
bensin,kurang kesadarannya pengemudi hingga kurang tanggapnya polres brebes
yang terkesan diam saja. Saya akan bahas satu-persatu apa yang terjadi di
brebes yang banyak orang bilang pemerintah kurang tanggap.
-
Meningkatnya volume kendaraan
Tidak bisa dipungkiri dari tahun ketahun jumlah pemudik
terus meningkat baik pemudik kendaraan roda dua , roda empat atau yang
menggunakan angkutan umum.
-
Antrian di pom bensin
Setelah keluar tol pejagan ada dua SPBU yang tidak
beroperasi, itu setelah saya exit tol pejagan sekitar pukul 01.00 pagi. saya
berbicara dengan seorang polisi yang intinya dari pembicaraan tersebut “
Bensinnya masih ada mas, Cuma SPBU ini udah full dengan orang yang
berisitirahat, jadi SPBU ini tidak beroperasi”. Terjadi antrian panjang karena disebabkan banyak mobil yang berniat
mengisi bensin namun terhalang banyaknya pemudik yg beristirahat di area SPBU. Oke
akhirnya saya tidak jadi mengisi bensin dan mencari SPBU didaerah Songgom
jaraknya kurang lebih 5KM dari pom bensin sebelumnya, lagi-lagi dipom bensin tersebut terjadi
antrian kurang lebih 2KM, saya turun dan langsung bertanya ke petugas SPBU
ternyata bensin habis, di pom bensin ini banyak kendaraan yang sudah mengantri
dari mulai malam – pagi kisaran jam 02.00 namun belum juga mendapatkan bensin. Akhirnya
saya tidak jadi mengisi bensin walaupun sebenernya bensin saya juga masih
banyak namun untuk mempersiapkan kemacaten didaera sepanjang jalan songgom yang
sudah tidak ada pom bensin lagi. Sampailah saya di SPBU terkahir didaerah
songgom, lagi-lagi antrian kali ini lebih parah sekitar 4KM. saya kembali
bertanya ke petugas SPBU ternyata semua bensin sudah habis. Di pom bensin
inilah saya mendapatkan beberapa fakta, banyaknya warga lokal yang menjual
bensin eceran dengan harga luar biasa sekitar 20 – 40ribu / liter (tergantung
waktu siang/malam). Tepat didepan mata saya melihat adanya warga dan seorang
pemudik yang membeli bensin 10 liter dengan harga 400.000 yang lebih parah
transaksi itu terjadi masih didalam area SPBU. Akhirnya saya kembali ke mobil
beristirahat karena memang sudah terlalu lelah setelah terjebak 18 jam dari tol
kanci – songgom. Saya mampir ke warung kopi iseng bertanya ke pemilik warung,
katanya memang ada permainan warga dengan pihak pom bensin tersebut, pihak pom
bensin menjual bensin eceran ke warga sekitar 20 ribu / liter namun warga
menjual lagi ke pemudik sekitar 30-50 ribu/ liter. Sudahlah saya pasrah dengan
keadaan orang-orang di Indonesia disaat
semua orang mencari keberkahan tapi ada aja orang-orang mencari jalan lain
untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Akhirnya pun saya kembali
melanjutkan perjalanan walaupun keadaan memang masih macet parah disebabkan banyak
mobil yg berenti dipinggir jalan, Area jalan tersebut tidak lebar tapi
karena banyak yg berhenti itu juga yg
menyebabkan kemacatan, banyak mobil yg mogok karena keabisan bensin, bis yang
mogok karena keabisan solar. Saya sudah menghabiskan waktu didaerah tersebut
sekita 40 jam yang jalan daerah tersebutnya panjang tidak lebih dari 30 km.
sekitar jam 02.00 pagi (keesokan harinya) saya kembali beristirahat sambil
makan malam, dan kembali bertanya dengan pemilik warung menanyakan soal pom
bensin. Dan disinilah saya bertemu dengan orang yang sangat baik (tukang parker warung/ warga lokal) dia
berbicara kurang lebih seperti ini ( mas cari bensin yaa, ayooo saya anterin ke
pom bensin didepan nanti mas tinggal pungut botol aqua buat wadah bensin). Disepanjang
jalan dia bercerita tentang teman-temannya yang mendadak jadi penjual bensin
eceran dengan harga selangit dia sendiri sadar katanya dia itu perbuatan riba. Disepanjang
jalan itu juga banyak saya melihat pemudik-pemudik yang membawa botol aqua
namun bedanya dengan saya, saya dianterkan dengan naim motor sedangkan pemudik
lainnya banyak yg berjalan kaki (kurang lebih pom bensin didepan itu jaraknya
bisa sampai 5km tergantung jarak mobil pemudik dengan pom bensin). Sampai di
pom bensin, ini luar biasa, SPBU dipenuhi banyak pemudik sambil membawa
dirigen, aqua, kaleng , dsb buat wadah bensin. Namanya orang Indonesia sudah
mendapatkan Bensin masih ada aja yg ribut. Sekitar satu jam saya baru bisa mendapatkan
bensin itupun hanya 5 botol aqua ukuran 1.5 liter. Walaupun sudah dijaga ketat
polisi tapi masih ada aja warga yg nekat beli bensin dengan dirigen berukuran
besar. LUARRRRR BIASAAAAA BUKAAAANN !!!!
-
Kurangnya kesadaran
Dari tahun ke tahun ini juga yang menyebabkan
kemacetan maha panjang di sepanjang jalan itu, jalan yang harus Cuma muat 2
mobil ini bisa menjadi 5 mobil. Dan dijalan ini orang yang bener bakalan
terlihat salah. Banyak pengemudi yang tidak sadar juga betapa bahayanya
menyalakan AC mobil dengan keadaan macet berpuluh-puluh jam, panas matahari,
makanya banyak korban yang meninggal karena menghirup CO2 dari AC mobil. Menumpuknya
kendaraan itu juga yg menyebabkan ambulance tidak bisa jalan karena jalan yg
harusnya buat darurat malah dipenuhi kendaraan pemudik.
-
Kurang tanggapnya pihak kepolisian
Berbeda dengan tahun lalu, tahun lalu disepanjang jalan itu
masih ada polisi yang berani memukul kendaraan yang memang susah diatur, namun
tahun ini sama sekali tidak ada, banyak polisi terlihat hanya di pertigaan
ketanggungan. Seharusnya polisi terjun langsung disepanjang jalan itu, klo
perlu di setiap 3km ada polisi yang mengatur kendaraan. Karena memang pemudik Cuma
takut sama polisi doang.
Dari
semua kejadian itu saya pun tau mana yang terbiasa mudik dan mana yang tidak,
karena Mobil keren , duit banyak, tidak
semuanya terlihat bijaksana malah
terlihat gak punya otak yang punya mobil-mobil besar dengan sombongnya melewati
bahu jalan yang jalanannya dipenuhi tanah ,batu bergelombang walaupun akhirnya
dimaki-maki pemudik roda dua. Buat pemudik yang arus balik, bersyukurlah kalian
yang masih bisa menikmati lebaran dikampung bertemu dengan orang tua, nikmatilah
perjalanan kalian, hargai pengguna kendaraan lain, lebih baik kehilangan waktu
anda daripada kehilangan nyawa kalian. Tetap Hati-hati dijalan guys, semoga
selamat sampai tujuan. !!!!

0 komentar:
Posting Komentar