“DUA RODA”
“ Dan Roda itu Masih
terus dan akan terus berputar…..”
Kebahagiaan itu
seperti kita sedang bernapas begitu nikmat namun cepat sekali hilang dan tidak
terasa. Kebahagian itu sangat singkat dan tidak akan ada yang tahu seberapa lama
kita akan bahagia atau mungkin kita juga tidak akan pernah tau kadar banyaknya kebahagiaan
itu, bahagia itu sejatinya sangat sulit dicapai namun mudah sekali hilang, kita
yang sedang bahagia saat ini belum tentu esok atau bahkan beberapa jam kemudian
bahagia kita lenyap begitu saja.
Aku yang pernah bersama kalian, merasakan
semua kabahagian yang terasa begitu cepat , berbagi keegoisan bersama kalian,
menikmati setiap waktu yang tidak pernah berdamai dengan keinginan kita,
berbicara tentang suatu tujuan yang tak pasti. Kalian yang pernah berada
setengah meter dibelakangku, lalu tiba dimana kalian berada sangat rapat
mengalahkan syaf sholat begitu erat memelukku. Ketika aku rindu kalian yang
pernah memukulku dari belakang untuk memberi tanda “ jangan ngebut”, ketika aku
rindu menyanyi bersama kalian walaupun gak pernah ada satu lagu yang selesai,
ketika aku rindu berteduh dari hujan atau sekedar menyerah kepada teriknya
matahari, ketika aku rindu mentertawakan sesuatu yang sama sekali maha tidak
lucu namun kalian tetap tertawa, ketika aku rindu kalian yang tiba-tiba
terlelap, ketika aku merindu kalian yang berbisik katanya sangat sayang, ketika
aku rindu berdebat bersama kalian untuk membahas sesuatu yang sebenernya nanti
bisa dibahas tanpa harus mendengarkan klakson dari kendaraan lain.
Mungkin bukan
hanya aku saja yang rindu tapi “dia” dia
yang selalu menemani setiap perjalanan ku, dia yang hampir mengerti kalian
semua, dia yang tak pernah mengeluh bertengkar dengan dinginnya malam, panasnya
siang hari, atau begitu kotornya disaat hujan.
Mungkin memang tubuhku tidak
begitu hangat buat kalian yang mulai jenuh memeluk erat dari belakang, mungkin
kalian yang sudah tidak bisa terlelap lagi yang hanya bersandar dipunggungku
dan mungkin kalian yang sudah tersadar tak ada tempatnya buat kalian
berekspresi, mungkin kalian juga yang sudah lupa pernah membuatku merasa
sempurna, kalian yang mulai terbangun bersama mimpi kalian yang kenyataannya
berbeda.
Berterima-kasihlah
kalian pada “dia” yang sudah menemani kalian, bersyukur lah kalian “dia” tidak
pernah mengerti arti kecewa itu. Sekali lagi aku rindu menggenggam tangan kalian
dikala itu.
Aku pun akan menyambut kalian dengan kebahagiaan yang kalian buat, kalian yang mungkin sudah tidak lagi berada dibelakangnya, kalian yang mungkin sudah berada disebelah kirinya, kalian yang sudah tidak bisa memeluk erat tapi mungkin kalian sudah bisa berpegangngan tangan, merangkul, memeluk dengan bebasnya, kalian yang sudah tidak rindu dengan hujan untuk sekedar berteduh, kalian yang sudah bisa bernyanyi bersamanya mungkin bukan hanya satu lagu tapi satu album bisa kalian nyanyikan. Aku masih tetap bersama dia, bernyanyi bersama, menikmati setiap perjalanan, merasakan debu, panas, hujan bersama dia dan akan ada suatu saat dimana aku mulai meringankan tugas membiarkan dia sendiri merasakan semua kenangan bersama kalian yang pernah sementara jadi miliknya. Dia akan tetap berputar dan mungkin akan terus berputar.
Aku pun akan menyambut kalian dengan kebahagiaan yang kalian buat, kalian yang mungkin sudah tidak lagi berada dibelakangnya, kalian yang mungkin sudah berada disebelah kirinya, kalian yang sudah tidak bisa memeluk erat tapi mungkin kalian sudah bisa berpegangngan tangan, merangkul, memeluk dengan bebasnya, kalian yang sudah tidak rindu dengan hujan untuk sekedar berteduh, kalian yang sudah bisa bernyanyi bersamanya mungkin bukan hanya satu lagu tapi satu album bisa kalian nyanyikan. Aku masih tetap bersama dia, bernyanyi bersama, menikmati setiap perjalanan, merasakan debu, panas, hujan bersama dia dan akan ada suatu saat dimana aku mulai meringankan tugas membiarkan dia sendiri merasakan semua kenangan bersama kalian yang pernah sementara jadi miliknya. Dia akan tetap berputar dan mungkin akan terus berputar.

0 komentar:
Posting Komentar