Maafku dari Derrida
Pembebasan
seseorang dari segala hukuman, tuntutan atau proses pengampunan seseorang
terhadap individu yang melakukan kesalahan itu makna dari kata maaf secara
mudah namun sulit untuk dilakukan. Pemaafan sejati hanyalah pemaafkan kepada
yang termaafkan seperti itulah pandangan Jacques Derrida seorang filsuf Perancis
yang lahir di El Biar, Aljazair tentang pemaafan.
Kata maaf adalah kata yang
sederhan namun selalu dinomorduakan setiap orang lebih suka menghindar dari
masalah tersebut daripada harus menyelesaikannya dengan kata maaf. Kata maaf
mempunyai definisi bahasa Fonosenterisme yang berarti menomorduakan tulisan
karena memprioritaskan ucapan. Sejatinya setiap individu di bumi mempunyai
kesalahan, dan Derrida beranggapan bahwa memaafkan sesuatu yang dapat dimaafkan
sebenernya sama saja dengan praktik pertimbangan dan perhitungan. Seharusnya dengan
seseorang yg berani meminta maaf seseorang itu juga sudah dapat memperhitungkan
apa yang nanti didapat setelah melakukan permintaan maaf, dengan memaafkan
seseorang bisa saja segala perkara masalah akan terselesaikan lalu memulai
hubungan yang baru yang jauh lebih menyenangkan dan menguntungkan. Bagi Derrida
pemaafan tidak seperti itu, permintaan maaf itu tidak punya hitung-hitungan,
pemaafan sejati itu tidak punya batas. Meminta maaf itu tidak perlu syarat dan
tidak harus dipersulit. Permaafan itu tidak pernah meminta ganti rugi, manusianyalah
yang merancangnya yang selalu menuntut ganti rugi. Setiap orang yang berani meminta
maaf mempunyai tujuan, baik religious, ekonomi, norma, cinta, ataupun politis.
Permaafan juga
membebaskan orang yang dimaafkan dari berbagai masalah atau tuntutan yang telah
dilakukan. Jika dikaitkan dengan seseorang yang melakukan kesalahan terhadap
pasangan, mungkin banyak yang sulit memaafkan terlebih yang melakukan kesalahan
tak pernah meminta maaf. Mulailah dari kesalahan kecil untuk meminta maaf,
nikmatilah kebahagian bersama pasangan kalian dengan pemikiran positif, lakukan
kebaikan bersama, Sesungguhnya dengan keikhlasan meminta maaf sesuatu yang baru
dan menyenangkan akan tercipta dengan sendirinya. Seperti kata Derrida
permaafan itu tidak hitung-hitungan, jika seseorang dapat melakukan permaafan
maka sesuatu yang baru akan tercipta namun jika seseorang takut untuk meminta
maaf masalah baru yang akan datang. Setelah saling bermaafan kita akan
mendapatkan solusi untuk mencapai
komitmen. Mungkin, secara sederhananya seperti ini, jika memang kita takut
meminta maaf hindarilah kesalahan yang menjadikan masalah baru. Apa yang kalian
sudah katakan dengan pasangan kalian berjanjilah untuk tidak membuat kecewa. Bersyukurlah
dengan semua yang Tuhan tiitipkan ke kalian , nikmati nikmat-Nya, bahagialah
dengan ciptaan-Nya. Mulailah dengan memaafakan dan meminta maaf. Sesungguhnya tidak
ada yang lebih baru hanya menambah perbedaan yang akan diperdebatkan oleh diri
sendiri dengan segala penyesalannya.
Maaf… yaa…. !!
Iya… dimaafin
kok…. Jangan diulangin yaa !!
Terima kasih Derrida,

0 komentar:
Posting Komentar