Pages

8/25/2015

Maafku dari Derrida




Maafku dari Derrida


Pembebasan seseorang dari segala hukuman, tuntutan atau proses pengampunan seseorang terhadap individu yang melakukan kesalahan itu makna dari kata maaf secara mudah namun sulit untuk dilakukan. Pemaafan sejati hanyalah pemaafkan kepada yang termaafkan seperti itulah pandangan Jacques Derrida seorang filsuf Perancis yang lahir di El Biar, Aljazair tentang pemaafan.
Kata maaf adalah kata yang sederhan namun selalu dinomorduakan setiap orang lebih suka menghindar dari masalah tersebut daripada harus menyelesaikannya dengan kata maaf. Kata maaf mempunyai definisi bahasa Fonosenterisme yang berarti menomorduakan tulisan karena memprioritaskan ucapan. Sejatinya setiap individu di bumi mempunyai kesalahan, dan Derrida beranggapan bahwa memaafkan sesuatu yang dapat dimaafkan sebenernya sama saja dengan praktik pertimbangan dan perhitungan. Seharusnya dengan seseorang yg berani meminta maaf seseorang itu juga sudah dapat memperhitungkan apa yang nanti didapat setelah melakukan permintaan maaf, dengan memaafkan seseorang bisa saja segala perkara masalah akan terselesaikan lalu memulai hubungan yang baru yang jauh lebih menyenangkan dan menguntungkan. Bagi Derrida pemaafan tidak seperti itu, permintaan maaf itu tidak punya hitung-hitungan, pemaafan sejati itu tidak punya batas. Meminta maaf itu tidak perlu syarat dan tidak harus dipersulit. Permaafan itu tidak pernah meminta ganti rugi, manusianyalah yang merancangnya yang selalu menuntut ganti rugi. Setiap orang yang berani meminta maaf mempunyai tujuan, baik religious, ekonomi, norma, cinta, ataupun politis.
Permaafan juga membebaskan orang yang dimaafkan dari berbagai masalah atau tuntutan yang telah dilakukan. Jika dikaitkan dengan seseorang yang melakukan kesalahan terhadap pasangan, mungkin banyak yang sulit memaafkan terlebih yang melakukan kesalahan tak pernah meminta maaf. Mulailah dari kesalahan kecil untuk meminta maaf, nikmatilah kebahagian bersama pasangan kalian dengan pemikiran positif, lakukan kebaikan bersama, Sesungguhnya dengan keikhlasan meminta maaf sesuatu yang baru dan menyenangkan akan tercipta dengan sendirinya. Seperti kata Derrida permaafan itu tidak hitung-hitungan, jika seseorang dapat melakukan permaafan maka sesuatu yang baru akan tercipta namun jika seseorang takut untuk meminta maaf masalah baru yang akan datang. Setelah saling bermaafan kita akan mendapatkan solusi  untuk mencapai komitmen. Mungkin, secara sederhananya seperti ini, jika memang kita takut meminta maaf hindarilah kesalahan yang menjadikan masalah baru. Apa yang kalian sudah katakan dengan pasangan kalian berjanjilah untuk tidak membuat kecewa. Bersyukurlah dengan semua yang Tuhan tiitipkan ke kalian , nikmati nikmat-Nya, bahagialah dengan ciptaan-Nya. Mulailah dengan memaafakan dan meminta maaf. Sesungguhnya tidak ada yang lebih baru hanya menambah perbedaan yang akan diperdebatkan oleh diri sendiri dengan segala penyesalannya. 

Maaf… yaa…. !!

Iya… dimaafin kok…. Jangan diulangin yaa !!

  
Terima kasih Derrida,

0 komentar:

Posting Komentar