Pages

4/27/2013

FTV^^

   Aku tak pernah berpikir mencintai-mu, walau cuma sekejap saja. Tapi yang terjadi tak ubahnya alur nasib yang terbalik, Aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu, saat lembut sapamu terucap dan mata lugumu menggugat, mengurungku dengan cinta satu-satunya ku bela tanpa harus aku bertanya-tanya. Bukankah cinta memang tak pernah butuh alasan, meski cuma 1 huruf ?! Sepertinya iyaa....???


   Hidup semestinya menjadi sebuah kejutan yang menyenangkan, serba kebetulan dan terjerembab dalam ruang "tiba-tiba". Sepertinya hal cinta tiba-tiba datang dan pergi tanpa permisi lalu datang lagi, pergi lagi dan datang lagi.

   Begitulah pertama kali aku mengenal sosokmu tak bisa dipungkuri rasa cinta itu langsung muncul tiba-tiba seperti halnya pertemuan kita. Tuhan mempertemukan kita dengan teori konspirasinya layaknya sebuah FTV yang tidak pernah bosan menanyangkan kisah cinta antara pembantu dan majikan atau tukang bakso dan si pembeli yang cantik jelita. Bahkan disaat pagi yang cerah itu namun macet tetep menjadi  sarapan yang pasti ,saat semua mahasiswa tingkat akhir masih terlelap tidur atau lagi dipusingkan dengan skripsi yg tak tau kapan selesainya. Aku sudah disibukan untuk mengantar pesanan, sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir usaha adalah cara yang terbaik untuk menambah uang jajan. Jam 7 tepat seseorang meminta pesenannya diantar ke sebuah halte yang jaraknya gak terlalu jauh dirumah saya, namun saat itu saya juga sedang mengerjakan orderan di daerah bekasi. akhirnya setelah saya bernegosiasi  dengan orang itu, kita sepakat jam 9 kita ketemu dihalte.  Tak ada perasaan yang berlebihan selama saya dijalan sambil mendengarkan senandung lagu Opick- Maha Melihat, selain perasaan senang karena pagi-pagi Tuhan sudah mengasih saya rezeki.

   Sekitar 15 menit saya menunggu di halte saya cuma melihat ada dua orang cewe yang lagi duduk, dalam hati saya apa ini orang yang nunggu pesanan, tak lama kemudian ada dua wanita yang menghampiri saya. dua wanita berjilab yang satu bernama Putri dan satu temennya bernama Inayah. bagi saya ketemu pelanggan itu udah hal yang biasa bila ketemu pelanggan yang cantik mungkin itu cuma bonus tapi ini beda rasa itu langsung ada dan saya berpikir inilah wanita yang tepat buat saya. Dari ajang jual beli berubah menjadi ajang saling berkenalan, dia memanggil saya kaka " Kak, nama aku Putri panggil aja Put ini temen Put namanya Inay". sebuah proses awal yang tak perlu lama buat saya kalo dialah yang paling tepat buat saya. Dialah yang setidaknya pernah membuat saya merasa sempurnya, Dialah yang pernah menjalani jalan terang saya.

   "Ketika cinta tak lagi dapat ku temukan, ketika ku percaya tak ada lagi wanita yang terbaik dan berpikir kalo wanita itu sama, kau datang seperti penyejukku dalam lautan sahara. Terangmu begitu nyata membuatku tersadar kalau ini bukanlah mimpi, kau membuatku aku seperti anak-anak yang baru masuk sekolah penuh ambisi untuk menjadi yang terbaik. Senyummu seperti Oasis di Padang Sahara yang membuat semua orang bahagia, matamu yang indah aku selalu ingat caramu menatapku dengan penuh arti, aku rindu suara halusmu mungkin tak merdu bila kamu bernyanyi tapi kamu selalu berusaha setiap memanggil namaku agar tampak lebih merdu."

0 komentar:

Posting Komentar