"Jalan yang sangat berliku , seperti bintang yang selalu kucoba hitung, cahaya rembulan
yang memancarkan sinarmu di wajahmu selalu bisa kunikmati ketika kuresah. Dan, sayang......sampai nanti kita ketemu......"
"jarak ini, kasih berulangkali menikamku, berulangkali membawaku... pada sunyi yang sama, pada sepi yang sama... pada rindu yang tak pernah usai... untukmu..." - Moningka -
Satu menit bukanlah waktu yang lama, tapi beda halnya kalo lagi menunggu lampu merah. satu menit di lampu merah bagi gue udah seperti kiamat kecil, apalagi kalo keadaan rame macet. Lampu berwarna merah-kuning-hijau itu terlalu kejam, yaa memang kejam. mulai dari orang yang tidak sabaran, pengamen yang memaksa hingga para penikmat lampu merah (orang pacaran) yang semakin merajarela. yaa untuk yang terakhir itu yg membuat gue menghindari lampu merah, sebagai penganut sistem kepercayaan LDR gue selalu merasa tertindas disaat gue cuma bisa mengencangkan ikatan tas tapi para penikmat lampu merah malah mengencangkan pelukan, berpegangan tangan, itu untuknya yang naik motor, bagaimana dengan yang ada dimobil yaa mereka bercanda, berbisik, bahkan berkaroke. sudah tak terhitung lagi berapa kali gue harus menelan ludah, mengencangkan helm hingga mengencangkan tas. mendengarkan lagu di handphone juga bukan obat yg mujarab, ketika galau meningkat secara tajam dengan melihat pasangan yg sedang bermesraan-mesraan tiba-tiba playlist lagu berubah secara otomatis dan terdengaralah lagu coldplay fix you. Ohh.... damn... ini bukan lagu yg gue inginkan tapi apa boleh buat gue udah terlanjur terbawa suasana, kenapa bukan lagunya metalica atau depapepe !!!
Lampu merah tak selama kejam, bahkan lampu merah lebih ditakuti oleh koruptor. ketika koruptor tidak akan berhenti bahkan akn terus menghabiskan uang negara tapi koruptor akan berhenti kalo di lampu merah. Lampu merah itu bagus untuk penderita Darah tinggi, para penderita ini sangat memerlukan lampu merah untuk mengontrol emosi.
Walaupun gimana juga gue selalu menyimpan dendam dengan lampu merah yang timernya sampe 200 detik. harus berapa lama lagi gue tertindas, mungkin bukan lagi mengencangkan tas tapi udah mengencangkan tali busi, tali rem , tali pocong.. ahh sudahlah... !!! mungkin ini yang menjadikan kenapa para jomblo disetiap lampu merah selalu langsung tancap gasss pas lampu ijo. yaa karena hati mereka lebih tersakiti dibandingkan gue :D
ilustrasi
Ilustrasi gambar : Ini mungkin lampu merah idaman gue, sepi gak ada pengamen, gak ada polisi, apalagi para penikmat lampu merah :D
NB: buat yang pacaran kalo lampu merah ada baiknya pasangannya diturunin dulu suruh nunggu diseberang jalan sampe lampu ijo. setidaknya kalian sudah ikut berpartisipasi dalam menurunkan angka kecalakaan di lampu merah dan ikut membantu para penderita darah tinggi.
NB: buat yang pacaran kalo lampu merah ada baiknya pasangannya diturunin dulu suruh nunggu diseberang jalan sampe lampu ijo. setidaknya kalian sudah ikut berpartisipasi dalam menurunkan angka kecalakaan di lampu merah dan ikut membantu para penderita darah tinggi.


0 komentar:
Posting Komentar