Ternyata rasa itu datang lagi, rasa dimana hatimu seakan bergetar dan entah harus berkata apa untuk mengungkapkannya. Rasa yang sama ketikat aku jatuh cinta, gelitik hati ini sungguh terasa nyata. Dasar aku yang sangat realitis, ku hilangkan debar ini demi kenyamanan bersama. Terima kasih Tuhan, kau berikan aku kesempatan untuk kembali merasakan debar-debar yang sungguh membuat aku tak berhenti untuk tersenyum.
"Apakah cinta selalu membutuhkan PERJUMPAAN NYATA? bisakah cinta hadir tanpa adanya PERJUMPAAN NYATA?".
Pernah kan kalian jatuh cinta pada seseorang yang bahkan baru kalian kenal ? Seseorang yang bahkan kalian baru kenal ? Seseorang yang bahkan kalian belum ketahui wujud aslinya ? Seseorang yang hanya bisa kalian nikmati senyumnya melalui benda dua dimensi bernama foto ?
Dari benda bernama Handphone ini berubah menjadi "dunia" yang bahkan terkesan sangat nyata, Seseorang bisa saling bertukar pendapat, bertukar pikiran, dan bersahabat. Alasan tiga hal itu bisa dilakukan karena mereka cocok, walaupun kecocokan itu tercipta hanya di dunia maya. Kecocokan dan perhatian kecil itulah yang bisa membuat seseorang jatuh cinta dengan teman mayanya. Jatuh cinta pada seseorang yang bahkan belum pernah mereka temui.
Siapa sangka? Siapa yang bisa menerka? ketika cinta diam-diam merasuki perasaan seseorang, dengan cara yang berbeda, dengan cara yang aneh yg bahkan tak bisa dilogiskan. Memang kadang cinta itu bersifat abnormal, menjauhi garis normal, dan mendekati garis yang tak logis. Tapi, ketidaknormalan itulah yang membuat cinta terasa mengesankan.
Hanya karena status beberapa baris di twitter dan hanya karena makhluk cerdas bernama handphone itu, Seseorang bisa jatuh cinta ? JELAS ! Cinta bisa datang dengan cara yang unik, bahkan hanya melalui foto sekalipun ataupun hanya dengan tulisan. Jatuh cinta memang selalu indah bukan ? Walaupun cinta dalam konteks ini adalah cinta yang tercipta melalui teknologi, cinta yang terbentuk melalui tulisan- tulisan lagu yang menghasilkan rindu. Cinta tak selalu datang melalui tatapan mata, cinta tak selalu datang bahkan ketika kita mengetahui wujud asli seseorang. Cinta punya cara tersendiri untuk menyatukan seseorang, dengan cara yang logis ataupun tak logis. dengan dunia nyata atau bahkan hanya dunia maya serumit apapun. dengan adanya teknologi, dengan semakin cerdasnya seseorang mengungkapkan perasaannya melalui tulisan makan cinta bisa mudah datang.
Tapi, Hanya dengan sapa yang teretas dari makhluk tak bersuara bernama "handphone" itu, bisa mendekatkan aku dan kamu dalam suatu lingkup yang sempurna bernama CINTA. Apa aku terlalu tergesa-gesa untuk menyebutnya cinta? setidaknya itulah rasa yang pertama kali aku rasakan padamu sejak percakapan itu. seperti petasan lebaran yang di ledakan, di bawah sinar rembulan, diiringi suara kendaraan yang berlalu-lalang. perasaan campur aduk yang bahkan tak bisa aku persepsikan.
Bagaiman dengan perjumpaan nyata? aku tentu merindukanmu, walaupun perkenalan kita berjalan dengan singkat dan instan dengan segala kemampuanmu menjentikan jemarimu di keypad, aku terpikat dan terjerat. Inikah jebakan tak sengaja kau ciptakan untuk mengurungku dalam damba semu? kita berfantasi, seandainya aku dan kamu bisa saling menyentuh dan saling mengenggam tangan mengisi celah-celah kecil jemarimu lalu kita melihat bulan, sungguh tak adil jika semua itu hanya angan-angan.
Seandainya kamu berada disini, seandainya kotamu tak berjarak ratusan kilometer dari sini, tentu kita bisa segera bertemu tanpa harus berfantasi dan bermimpi. Melihat matahari terbit dan tebenam, bernyanyi diiringi suara gitar dan nada-nada hujan yang hanya bisa didengar oleh aku dan kamu, melihat bintang berteman dengan bulan, lalu saling berpeluk dinginnya hujan.
Dalam lantunan doaku aku hanya ingin kita bertatap mata karena aku terlalu terbiasa membacamu lewat tulisanmu, karena aku jenuh menyelami harimu lewat jentikan jemarimu, Aku ingin membaca isyaratmu lewat sinar matamu atau bahkan menyentu jemarimu^^..
Sungguh aku tak percaya tentang cinta tanpa tatapan mata juga tanpa genggaman tangan, tapi entah mengapa, aku merasa takut kehilangan.
created : @Adindaputri_nda

0 komentar:
Posting Komentar