Pages

11/03/2013

Bukan Pujian tapi Mujian(to)

   Tanggal dua puluh enam oktober dua ribu tiga belas tepat hari sabtu dengan cuaca malam yang seperti biasanya , tak ada yg tau perasaan teman gue seperti malam takbiran atau malam sebelum kelulusan mungkin itu perasaan teman gue deg-degan, panik, senang, gak sabar. Sebut aja teman gue itu Muji (nama sebenarnya) sahabat sekaligus penasehat gue meski tanpa gelar sarjana hukum. dia lebih dari seorang lawyer mulai dari masalah cinta, keuangan, ekonomi pasti dia bakal bantu sahabat-sahabatnya. tepat malam itu juga gue dateng kerumah dia bersama sahabat 4 sehat 5 sempurna gue namun yang dateng cuma Tanto aja karena teman batak gue (Andre) masih melanjutkan mencari kitab suci diperantauan pulau dewata, dan bersama Awal (teman kampus gue, yg gue kenalin ke muji dan ternyata dia tetanggaan di kampung, salah satu pembuktian kalo dunia itu benaran sempit). 

   Sebelas jam sebelum maha hajat di mulai. Gue, Tanto, Muji masih bercanda dan masih gak percaya kalo si Muji yang disekolah pemalas, tukang tidur, gak pernah jajan telah mendahului  dalam percintaan. sebelas jam lagi orang yang ada di depan gue akan mengucapkan janji suci dengan gadis yg sudah dia pacari sejak SMA ( tapi tidak satu sekolahan). Muji seorang pelajar dengan penampilan seadanya sosok yang pemalas, tukang tidur, dan jarang jajan bukanlah seperti yang kalian bayangkan dia memang pemalas tapi malas untuk melakukan hal-hal yang menurut dia cuma membuang-buang waktu, Muji adalah seorang tukang tidur yang handal waktu istirahat dia gunakan untuk tidur, tidak boleh melihat kasur kosong tapi kalo lagi belajar dia lah yang membangunkan kita untuk tidak tertidur, Muji seorang yg jarang jajan kalo di sekolah bagaimana gak jarang jajan orang istirahat dia malah tidur. Dibalik itu semua Muji adalah orang yang dewasa dalam hal percintaan, tidak jarang petuah-petuah dia sering membantu gue dalam hal ini. Sewaktu SMA dia-lah pengaggum setia dari sosok wanita berjilbab yang duduk tepat didepan bangku dia. gue juga tau kalo mereka berdua saling mengaggumi tapi tidak ada yang berani mengakui. tapi keduanya kini sudah saling berbahagia.

    "Lima langkah aku untuk melihatmu" mungkin itu kata-kata yang pantas untuk Muji. gue sendiri gak pernah tau bagaimana si Muji dan mantan pacarnya itu (istrinya) bisa bertemu. Pada akhirnya gue tau ternyata lagu "Pacarku memang dekat lima langkah dari rumah" itu diciptakan untuk Muji ternyata mereka tetanggaan. sejak saat itu setiap kali malem minggu pasti kita double date karena dari persahabatan kita berlima kala itu yang punya pacar gue sama muji aja yang lainnya masih setia dengan status Tuna asmara. Tiga tahun gue double date sama muji gue udah dua kali ganti pacar sedangkan dia masih tetap sama dengan pacarnya itu.

   Sepuluh jam lagi acara akan dimulai dan kita semua sudah siap untuk berangkat mengantar maha kata Muji buat menghalalkan calon mantan pacarnya itu. acaranya memang "agak jauh" di ujung perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah tepatnya di Kuningan. Enam jam waktu yang dibutuhkan untuk sampai kesana tapi untuk sampai kediaman mempelai wanita butuh tambahan waktu tiga jam lagi. gue tau selama perjalan sembilan jam itu gak banyak waktu Muji untuk istirahat mungkin untuk semua yang ikut. gue sendiri pun masih berpikiran dan tidak percaya secepat ini apa Muji udah bisa bertanggung jawab tapi dari semua itu gue percaya dia dan gue yakin dia udah memilih jalan yang terbaik.

   Sembilan jam perjalanan dan setelah kami sampai tidak ada waktu untuk istirahat dengan muka lelah ngantuk gue bersama teman gue yang lain langsung ke Masjid cuci muka gosok gigi dandan dengan muka seadaanya. berbeda dengan Muji dia sudah rapi dengan Setelan jas, bolak balik dia nanya ke gue " ini makainya udah bener belum yo? " "dasinya gimana yo". jam tujuh lebih seperempat sambil membawa seserahan kita menuju kediaman wanita disambut dengan bahasa dan adat sunda. Dan inilah waktu dimana pembuktiaan seorang lelaki di depan beberapa saksi dan sang juru nikah juga disamping mantan pacarnya dengan lantang, jelas, dan keren Muji berkata " Saya terima nikah dan kawinnya......." rasa ngantuk gue berubah jadi haru, sahabat gue telah mempunyai tanggung jawab yang lebih besar lebih dari sekedar mengajak double date, lebih dari membangunkan kita disaat belajar, lebih dari seorang penasihat dan pemberi semangat kini dia telah jadi seorang suami yang kedepannya semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah juga bisa cepat-cepat menciptakan 4 sehat 5 sempurna junior. Gue bangga menjadi saksi pernikahan kalian meski gue ngantuk tapi inilah yang gue tunggu melihat sahabat gue Muji bisa ijab kabul walaupun gak tidur selama perjalanan meski pada akhirnya saat resepsi dia tidur. :D






Selamat berbahagia broh,
Mujianto & Atik Rohningrat

0 komentar:

Posting Komentar